JAYANTARANEWS.COM, Jakarta
Perumda Sarana Jaya kini tengah mengembangkan dua proyek hunian strategis yang terintegrasi dengan pengembangan transportasi massal di Jakarta.

“Dua proyek strategis itu terletak di Tanah Abang, Jakarta Pusat dan Bulus, Jakarta Selatan. Dua proyek hunian vertikal modern itu bakal mensupport pengembangan transportasi publik yang saat ini ada maupun yang akan datang.” Pernyataan itu disampaikan Manager Kawasan Perumda Sarana Jaya, Bramastra Saktyawan, dalam webinar kemarin.

Dia juga menyatakan, bahwa dua proyek strategis yang dikembangkan Perumda Sarana Jaya itu bersinggungan langsung dengan area pengembangan berorientasi transit di dua lokasi strategis di Jakarta.

Pertama, proyek Perumda Sarana Jaya apartemen Azraya Lebak Bulus, sebuah pengembangan proyek di kawasan Lebak Bulus. “Kedua adalah Sentra Proyek Tanah Abang. Kedudukan kedua proyek kami banyak bersinggungan dengan moda transportasi yang telah hadir maupun yang akan hadir di DKI Jakarta,” katanya, Sabtu (14/5).

Manager Kawasan Perumda Sarana Jaya, Bramastra Saktyawan

Bram menjelaskan, kedua proyek itu akan menopang pengembangan sistem moda transportasi massal yang saat ini sedang dan akan dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta.

Dia mencontohkan, keberadaan Central Proyek Tanah Abang yang itu berhimpitan dengan rencana pembangunan jalur MRT dan juga adanya rencana pembangunan jalur LRT.

“Jadi Proyek Central Tanah Abang berada di jantung Kota Jakarta yang mempunyai potensi besar, karena di masa depan menjadi pasti riderchipnya akan sangat banyak, pasti juga akan mendorong sebuah kegiatan ekonomi baru,” ujarnya.

Dikatakan Bram, pihaknya juga sedang mengembangkan proyek hunian vertikal modern Azraya Lebak Bulus. Proyek hunian vertikal 31 lantai itu terintegrasi dengan proyek pengembangan kawasan berorientasi transit di Lebak Bulus yang dikerjakan PT MRT.

Menurutnya, proyek hunian itu akan sangat mensupport misi pengembangan kawasan berorientasi transit di Lebak Bulus. “Dengan adanya kawasan berorientasi transit di Lebak Bulus, kami ngerasa ada opportunity untuk mensupport pengembangan kawasan berorientasi transit dengan kenaikan intensitas bangunan maupun juga agar kami dapat mengcapture ridership lebih baik yang dapat tingkatkan kesinergian BUMD dengan PT MRT,” ujarnya.

Dia menambahkan, proyek hunian yang terletak dan dikembangkan di Lebak Bulus itu berdiri di atas lahan seluas 1,9 hektar, yang terkoneksi langsung dengan MRT Lebak Bulus.

“Untuk status lahan masih milik Perumda Sarana Jaya, dan saat ini status kami sedang mencari partner investor pembangunan dan pengoperasian di masa depan,” katanya. (red)

0Shares