JAYANTARANEWS.COM, Indramayu

Pasca munculnya pemberitaan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Jatibarang usir para wartawan yang hendak konfirmasi, pihaknya melalui penjaga sekolah diduga lakukan persekusi dengan mendatangi rumah salah satu wartawan yang saat itu turut datang ke sekolah tersebut, sekaligus meminta agar berita-berita yang sudah beredar dihapus dengan diakhiri nada ancaman konsekuensinya, jika permintaannya tidak dituruti.

Saat didatangi rumahnya oleh pihak sekolah, pada Selasa (21/6/2022) pukul 19.00 WIB, AS, yang merupakan sekretaris di DPC organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sudah menjelaskan bahwa dirinya sedang menjalankan UU nomor 40 Tahun 1999, yang Tupoksinya sebagai wartawan.

“Malam itu saya didatangi oleh salah satu penjaga SMAN 1 Jatibarang. Dia meminta agar menghapus berita teman-teman media yang sudah beredar dan ditayangkan. Selain itu juga, dia mengatakan kepada saya, kalau tidak; siap-siap untuk menanggung konsekuensinya,” jelas AS.

Tak terima anggotanya diperlakukan demikian, Ketua DPC PPWI Kabupaten Indramayu Ahmad Warjani, pun akan melaporkan oknum pihak sekolah (SMAN) 1 Jatibarang ke Mapolres Indramayu dengan perkara menghalangi tugas wartawan, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 18 UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pasal 335 KUHP.

“Dalam waktu dekat ini kita akan rapatkan dulu dengan segenap pengurus di bidang hukum DPC PPWI Kabupaten Indramayu, dan segera melaporkan tindakan oknum penjaga sekolah tersebut,” tegas Ketua DPC PPWI Kabupaten Indramayu, Ahmad Warjani. (Tim/JN)

0Shares