HomeLintas BeritaTelan Anggaran Fantastis, Beberapa Proyek Pekerjaan di BTP Kelas 1 Bandung Diduga...

Telan Anggaran Fantastis, Beberapa Proyek Pekerjaan di BTP Kelas 1 Bandung Diduga Mangkrak dan Tidak Sesuai SOP

JAYANTARANEWS.COM, Kota Bandung

Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung, yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkerataapian, belakangan namanya mencuat dan disorot oleh beberapa kalangan. 

Hal itu menyusul adanya informasi, bahwa Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung, Chandrawan Adhiputranto, yang juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Kuasa Pengguna Barang, dalam melaksanakan beberapa pengerjaan proyek di wilayah Jawa Barat secara umum, terindikasi dan diduga melakukan penyelewengan. 

Hal itu terendus, manakala Tim Investigasi Media Online JAYANTARANEWS.COM melakukan penelusuran ke beberapa titik pengerjaan, selain adanya aduan dari beberapa sumber terpercaya, yang enggan namanya dipublikasikan.

Sebagai misal; adanya temuan pengerjaan proyek skybridge Stasiun Bandung yang dianggap mangkrak. 

Selintas masyarakat pun bertanya; dimana tanggung jawab Kepala Balai selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Kuasa Pengguna Barang? Karena isunya, kontraktor yang mengerjakan pun disinyalir merupakan titipan dari mantan dipras yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT), dan menyewa bendera dari Sumatera Barat (Sumbar). Bahkan, menurut informasi terkini, bahwa kontraktornya pun sudah kabur.

Kemudian di titik lain, yaitu pada proyek flyover Ciroyom, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung, Chandrawan Adhiputranto, dinilai tidak melakukan tugas sebagaimana mestinya. Hingga atas hal tersebut, tak jarang menyebabkan terjadinya laka lantas berulang kali, bahkan menyebabkan adanya korban jiwa.

Bukan hanya itu. Terendus pula pada pengerjaan proyek double track Kiaracondong – Gedebage. Dimana main contractor (main cont) diduga banyak melanggar ketentuan. Salah satu kejanggalan dalam pelaksanaan pengerjaan tersebut, yakni dengan mencampur material alam yang baru dengan tanah lumpur bekas galian, ataupun dengan limestone

Sementara, sumber pun mengatakan, bahwa pada pengerjaan proyek double track Kiaracondong – Cicalengka, itu pun dirasa rancu. Alasannya, bahwa kualitas dari material alam yang masuk pada pengerjaan proyek tersebut diduga tidak sesuai spek.

Adapun, terkait proyek Flyover Pusdikpom, menurut sumber informasi, bahwa sudah ada pemenang tender yang ditetapkan dan sudah berkontrak dari bulan Februari 2024, namun hingga saat ini belum juga ada kegiatan main cont di lapangan.

Minimnya sarana dan prasarana yang ada di flyover Ciroyom, juga sempat menjadi gunjingan publik. Seperti contoh; adanya penerapan lampu jalan dan rambu-rambu lalu lintas, yang tidak seperti flyover pada umumnya.

Guna menggali keterangan, agar informasi yang diserap akurat, berimbang dan tidak sepihak, hinga JAYANTARANEWS.COM, pun berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung, Chandrawan Adhiputranto.

Saat dihubungi melalui pesan WhatsAppnya ke nomor: 0812-xxxx-6119, pada Kamis (6/6/24), dan dipertanyakan terkait beberapa dugaan kejanggalan di atas, Ia menyampaikan; “Saya pelajari tulisan kawan-kawan terlebih dahulu. Segera saya sampaikan ke Bapak,” ucapnya.

Namun hingga berita ini ditayangkan, ketika dikonfirmasi kembali pada Senin (10/6/24), dan diminta pengklarifikasian, terkait beberapa hal yang pernah disampaikan, namun Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung, Chandrawan Adhiputranto, tidak memberikan jawaban. (Tim JN)

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Must Read
Related News