Warganya Terjangkit (Suspect) Corona, Desa Bojongloa Rancekek Masuk Zona Merah

JayantaraNews.com, Kab Bandung

Saat awak media JayantaraNews.com melakukan liputan kegiatan pembagian masker di Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Selasa (14/4), tanpa sengaja melihat beberapa petugas kesehatan dengan berpakaian lengkap APD (Alat Pelindung Diri).

Di depan halaman Kantor Desa Bojongloa terlihat petugas kesehatan dari Puskesmas Linggar sedang melakukan pemeriksaan dan pendataan  (Pulbaket) terhadap seorang warga AI (33).

Saat JayantaraNews.com mewancarai petugas Bimas Polsek Rancaekek (Iyo) yang tampak hadir di lokasi mengatakan,” Ini ada laporan dari warga Bojongloa, terkait hasil pemeriksaan orangtuanya keterangan Uji Lab Dinas Kesahatan Pemprov Jabar melalui RSUD Ujungberung, Positif Suspect Covid-19,” katanya.

” Dari keterangan anak korban, bahwa orangtuanya satu minggu yang lalu rawat inap di RSUD Ujungberung dengan keluhan penyakit lambung. Tapi setelah diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit (RS) beberapa hari yang lalu, orangtua korban mengalami gejala demam tinggi. Maka anak korban langsung melaporkan ke pihak Desa Bojongloa dengan membawa hasil uji lab dari pihak RSUD Ujungberung,” jelasnya.

Terpantau para petugas kesehatan sedang memeriksa dokumen dan melakukan pendataan dari pelapor yang didampingi Ketua RW setempat.

Salah satu petugas kesehatan yang ada di lokasi juga menyatakan kebingungannya terhadap SOP yang dijalankan pihak RSUD Ujungberung. Pasalnya, dari dokumen mulai melakukan uji lab dari tanggal 7 April, tapi aneh, pasien malah disuruh pulang, di saat hasil uji labnya belum keluar (tertanda, dokumen hasil uji lab diterbitkan tanggal 13 April 2020).

” Ini kan berisiko tinggi dengan keluarganya yang sudah seminggu ini tinggal satu rumah dengan korban. Di satu sisi, ternyata pelapor (anak korban) masih aktif bekerja di salah satu perusahaan tekstil terbesar di kawasan ini. Kedepan makin berat tugas kita,” ujarnya.

Sementara, Kades Bojongloa (Ayeng), dipertanyakan terkait warganya yang terpapar Covid-19 mengatakan,” Perangkat kami akan selalu siaga untuk pemantauan, dan untuk kebutuhan makan keluarga korban, akan kita sediakan setiap harinya,” terang Kades.

Terkait hal ini, JayantaraNews.com juga mencoba meminta keterangan dari Muspika setempat. Camat Rancaekek, Drs Baban Banjar FS. M.Si, melalui pesan singkat WhatsApps-nya mengatakan,” Memang betul, salah satu warga Desa Bojongloa suspect positif Covid-19,” ujarnya.

” Dan rencananya, hari ini Rabu (15/4/20), akan dilakukan evakuasi terhadap korban dan keluarganya ke
BLK Kabupaten Bandung, di Manggahan Kecamatan Balaendah, Kabupaten Bandung, untuk melakukan pemeriksaan ulang Identifikasi Covid-19,” ungkap camat.

Dikonfirmasi JayantaraNews.com di hari yang sama, Danramil Rancaekek Kapt Inf Mamat Raidin, melalui pesan singkat WhatsApp-nya mengatakan,” Sudah saya komunikasikan, dan Babinsa beserta tim medis sudah cek ke kediamannya, dan sudah ditangani oleh tim medis,” ucapnya.

” Kalau saya sebagai Danramil hanya memfasilitasi, mendengar,
mengecek, dan menyampaikan aspirasi ataupun data yang ada untuk ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Dikatakan Danramil,” Sesuai arahan Pak Dandim 0624
Letkol Inf Donny Ismuali Bainuri, bahwa TNI harus menjadi garda terdepan dan selalu proaktif dalam penanggulan penyebaran wabah Covid-19 ini, khususnya di wilayah saya. Maka terhadap lokasi tersebut, saya akan siagakan jajaran saya di ujung gang jalan masuk (Gg Babakan Emoh RW 8 RT 03) untuk melakukan lokalisir dan penjagaan terbatas, dengan pemeriksaan deteksi suhu tubuh dan penyediaan handsanitizer,” tegasnya.

” Kepada warga agar tetap tenang, selalu jaga kebersihan dan pola hidup sehat, dan percayakan ke kami. Saya berikut jajaran Koramil Rancaekek akan berusaha semaksimal mungkin,” pungkas Danramil.

Untuk mengecek kebenaran, apakah Desa Bojongloa sudah masuk zona merah dan tidaknya, jurnalis mencoba mengecek melalui aplikasi Covid-19.

Sementara itu, dihubungi melalui telepon selulernya, Bidan Rina (Satgas Gugus Penanggulangan Covid-19) Desa Bojongloa mengatakan,” Hari ini, Rabu (15/4), kita evakuasi ke RSUD Majalaya,” ungkapnya. (Budi)

0Shares