JAYANTARANEWS.COM, Bukittinggi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menggelar pelatihan tanggap bencana untuk Ketahanan Bencana Lingkungan Kelurahan (KBLK) di Kelurahan Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin, Koto Salayan.

Pelatihan ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Kantor Lurah Kubu Gulai Bancah dan dibuka langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, didampingi oleh Kepala BPBD Bukittinggi Ibentaro Samudera, para tokoh masyarakat Kubu Gulai Bancah Tasmon, Sekretaris Camat Mandiangin Koto Salayan, dan juga 40 orang anggota dari BPBD, serta seluruh peserta pelatihan tersebut, Rabu (29/6/2022).

“Di acara ini, nanti kita akan melaksanakan secara serentak di 24 kelurahan yang ada di Kota Bukittinggi,” ujar Wako Erman Safar.

Di kesempatan itu, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar mengatakan; “Kegiatan ini merupakan modal dasar dalam menerapkan tanggap bencana kepada masyarakat. Diharapkan kepada masyarakat agar mampu memberikan pertolongan pertama jika terjadi musibah bencana di lingkungan mereka masing-masing,” tambahnya.

Kemudian selain itu, kata dia, melalui pelatihan ini juga akan diberikan pembekalan berupa simulasi bencana. “Karena Kota Bukittinggi memang salah satu daerah yang sangat rawan bencana, baik itu bencana alam seperti gempa bumi, longsor, banjir dan lainnya,” ujar Wako.

Wali Kota menambahkan, “Selain bencana yang disebutkan tadi, juga ada bencana yang tidak kalah dahsyatnya, yakni Bencana Sosial yang merupakan suatu keadaan yang menjadikan kondisi daerah menjadi buruk, seperti rawan Narkoba, LGBT, maksiat,” tambahnya.

“Walaupun itu merupakan penyakit masyarakat, akan tetapi kita menganggapnya sebagai bentuk bencana alias Bencana Sosial,” papar Wako Bukittinggi Erman Safar.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bukittinggi, Ibentaro Samudera, menyebutkan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan untuk mengatasi bencana, dan tindakan apa yang harus dilakukan di saat bencana menimpa, ujarnya.

“Mengenai kerawanan bencana di daerah Bukittinggi berdasarkan dari sisi kajian, Bukittinggi sangat berpotensi terjadinya berbagai bencana, seperti gempa bumi, pergerakan tanah, banjir, tanah longsor, letusan gunung berapi, serta cuaca extrem dan lain-lainya,” tambahnya.

Dikatakannya, belajar dengan kejadian bencana, bagaimana nantinya masyarakat harus siap siaga. “Karena KBLK itu ada di seluruh unsur, seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, RT/RW, unsur Ninik Mamak dan Bundo Kanduang dan ada juga unsur yang berasal dari kelompok kader-kader sosial,” urainya.

“Oleh karena itu, semuanya kita libatkan dalam pelatihan ini. Supaya nantinya, mereka siap dengan resiko bencana, minimal mereka tahu apa yang harus dilakukan apabila terjadi bencana,” kata Kepala BPBD Bukittinggi, Ibentaro Samudera itu. (LS)

0Shares