Gubernur NTB Minta Fasilitator Gerak Cepat Wujudkan Hunian Korban Gempa

IMG-20190115-WA0138

Ket foto : Gubernur NTB (Bang Zul) bersama Danrem dan Kapolda NTB

JayantaraNews.com, Mataram

Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr H Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, meminta kepada para fasilitator terpadu agar bergerak lebih cepat dan menyederhanakan berbagai  proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa, khususnya dalam mewujudkan hunian bagi masyarakat korban gempa. Hal demikian disampaikan gubernur usai melaksanakan upacara pembukaan Operasi Teritorial TNI dan Pemberangkatan Fasilitator Terpadu di Wilayah NTB, bertempat di Lapangan Gunung Sari, (15/1/19).

” Melalui “Operasi Teritorial”, kita tingkatkan proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Tolong jangan bikin ribet, tapi tidak melanggar aturan, kalau ada kekurangan, nanti kita perbaiki bersama,” tegas Gubernur NTB yang karib disapa Bang Zul.

Gubernur menyampaikan, bahwa dengan meningkatnya jumlah fasilitator penanganan korban gempa ini, akan lebih mempermudah masyarakat memiliki hunian yang layak sehingga tidak lagi terkendala pencairan dana, bentuk rumah dan proses administrasi lainnya.

IMG-20190115-WA0137

” Kita sudah meminta kepada pemerintah pusat untuk menyediakan lebih banyak alternatif, mudah – mudahan dengan banyak pilihan dan fasilitator, akan lebih mudah terlaksananya berbagai program rehab rekon,” tutup gubernur.

Sementara itu, Komandan Korem162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdani menjelaskan, para fasilisator terdiri dari TNI, POLRI dan masyarakat, dengan total 1700 orang se – NTB, yang akan membantu pemerintah untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.

“ Fasilitator yang dibentuk ini terdiri dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas, yang ditambahkan dengan masyarakat sipil yang telah ditunjuk untuk bertugas di masing – masing desa. Diharapkan, dengan adanya fasilitator ini, Insya Allah pencairan bisa lebih cepat sehingga target 1000 rumah dalam bulan ini bisa terlaksana,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, diserahkan pula alat kerja pertukangan secara simbolis oleh gubernur kepada peserta fasilisator terpadu. (Dhy)

0Shares