Praktek Prostitusi Online Hotel Berbintang Mulai Marak di Kota Bukittinggi

Gambar ilustrasi

JayantaraNews.com, Bukittinggi

Dugaan praktek ‘prostitusi online’ mulai mewarnai wisata Kota Bukittinggi, dengan berlindung di hotel mewah dan berbintang untuk memuluskan aksinya. Tidak tanggung-tanggung. Bahkan mereka memakai aplikasi MiChat dengan menampilkan foto-foto wanita muda cantik bergaya syurr setengah telanjang.

Hasil investigasi JayantaraNews.com bersama seorang tamu yang tidak ingin disebutkan namanya, mencoba mengetahui bagaimana sistem dan cara permainan prostitusi online hotel berbintang di Kota Bukittinggi, melalui aplikasi MiChat dengan menelusuri halaman pengguna sekitar.

Setelah ada janji sebelumnya, tamu tersebut pun mulai beraksi, dimana di situ sudah terpajang foto wanita panggilan yang sedang stay menunggu di kamar mereka untuk menerima tamu yang akan membooking dengan foto profil, lengkap berikut keterangan di mana stay sesuai harga dan prosedurnya, Kamis (25/2).

Tamu pun mulai menyapa salah satu wanita panggilan, sebut saja namanya Yulia, yang sedang berada di kamar Hotel Grand Rocky. Mereka mulai membahas terkait cara pembayaran melalui rekening atau pulsa, dengan jasa yang akan diberikan Yulia kepada tamu:
– Open BO LT 1jt √
– Open BO ST 500√
Sistem TF DP :
– Via Rek√
– Via Pulsa√

Melayani yang jelas bisa testi VC Lanjut 0831851xxxx, buat yang jelas akan dilayani “Ga perlu bertele-tele
– BO LT (Biaya Order Long Time). Maksudnya, biaya jasa main Yulia semalam Rp1 juta, dan BO ST (Biaya Order Syurr Time), biaya jasa main selama 2 jam Rp500 ribu.
 
“Bang, kalau mau BO (Butuh Orang), isikan pulsa atau rekening.” Lalu tamu menyanggupi minta kirim pulsa. “Kalau pulsa tolong dikirim DP nya dulu sebesar Rp300 ribu ke 08238416xxxx, dan 200 ribu lagi bisa dibayar di kamar”. Isi MiChat Yulia kepada tamu.

Lebih lanjut Yulia mengatakan akan memberitahu posisi/shareloc via WA. Lalu tamu membeli pulsa sebesar Rp300 ribu dengan 3 kali pengiriman. “Setelah saya kirim pulsanya, tiba-tiba langsung ia mengatakan minta biaya lagi sebesar Rp1 juta dengan alasan untuk biaya mami keamanan dan ditransfer ke nomor rekening recepsionis, dan saya tanyakan lagi untuk apa pakai uang keamanan sampai Rp1 juta? kan BO cuma Rp500 ribu? Dan kenapa sebelum ditransfer tadi tidak memberitahu dahulu adanya biaya keamanan?” tanya tamu.
  
“Dengan kecurigaan tadi, saya terus melanjutkan komunikasi via WA dengan Yulia. Lantas ia menyebutkan dalam WA nya: Uang keamanan ditransfer ke nomor rekening recepsionis, siap BO dikembalikan dengan utuh. Dia juga menyebut, kalau uang keamanan itu cuma recepsionis, menjamin kita aman dari siapa saja maupun Polisi, dan apabila ada razia, nomor kamar segini sudah kosong, kata recepsionis aman kita jadinya,” tulis Yulia dalam whatsappnya.
  
Di tempat terpisah, JayantaraNews.com mencoba menemui Surya, seorang recepsionis, guna minta keterangan di tempat kerjanya, Hotel Grand Rocky, Jumat (26/2/2021).

Saat dikonfirmasi terkait dugaan keterlibatan recepsionis dalam skandal prostitusi online Michat, Surya menyanggah, bahwa tidak ada wanita panggilan bernama Yulia yang menginap di hotel tersebut. “Dia itu hanya mencatut nama dan membawa-bawa nama hotel kita saja,” ujarnya.
  
Ketika didesak adanya dana untuk pihak recepsionis sebagai jaminan dan dikembalikan setelah BO, dengan wajah agak grogi Surya mengelak, “Itu hanya penipuan saja. Itu kan alasan dia saja biar percaya. Karena hal ini kasusnya sudah banyak, dan bukan sekali ini, biasanya setelah transfer akunnya langsung mati,” katanya.
  
Dari investigasi JayantaraNews.com melalui MiChat, nyatanya selain Hotel Grand Rocky, masih ada wanita panggilan high class yang stay di hotel berbintang lainnya, seperti Hotel Royal Denai View dan Novotel, dan dengan leluasanya mereka memamerkan foto profil mereka dan video dengan keadaan lokasi kamar di mana mereka menginap lengkap dengan tarif. (Rudi)

0Shares