Dinsos PMDP3A Tasikmalaya Verifikasi e-Warung BPNT, LSM GMBI: Pihak Bank BRI Harus Cepat Tanggap

JayantaraNews.com, Tasikmalaya

Dinas Sosial PMDP3A Kabupaten Tasikmalaya, melalui Bidang Penanggulangan Fakir Miskin, Data dan Perlindungan Jaminan Sosial (PFM Linjamsos), Senin (13/6), turun ke lapangan guna memastikan kebenaran mengenai isu Agen e-Warung BPNT Desa Tonjong, Kecamatan Pancatengah, yang dianggap tidak sesuai dengan aturan Pedoman Umum (Pedum).

Baca berita sebelumnya:
– Banyak Agen E-Warung BPNT Tasikmalaya Diduga Kangkangi Aturan PEDUM – https://www.jayantaranews.com/2021/02/71064/

Kepala Bidang (Kabid) PFM Linjamsos Rahmat, bersama Kepala Seksi (Kasi) PFM Asko Hasani, didampingi Jeplin selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) datang ke lokasi sekitar pukul 14.00 WIB.

Rahmat mengatakan, pihaknya dari TIKOR Kabupaten verifikasi ke lapangan menindaklanjuti atas laporan dari masyarakat dan teman-teman media. “Kami barusan melihat yang sebenarnya. Yang digadang-gadang di lapangan, bahwa Agen e-Warung tersebut tidak sesuai dengan aturan Pedum. Ternyata benar, kita lihat barusan kenyataannya adalah mirip sebuah konter,” ungkapnya.

Makanya, lanjut Rahmat, kami akan secepatnya membuat berita acara penggantian Agen e-Warung tersebut dan berkoordinasi dengan pihak Bank BRI. “Kita buat berita acara, dan kita akan sampaikan kepada pihak Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam hal ini BRI. Untuk tindak lanjut kedepannya, pihak Bank BRI yang mencabut, kita hanya berikan rekomendasi lewat berita acara,” tuturnya.

Baca berita terkait:
– BPNT Kec. Pancatengah Tasikmalaya Kembali Mencuat, KPM Keluhkan Telur Busuk – https://www.jayantaranews.com/2021/05/75048/

– Kisruh BPNT Tasikmalaya, TKSK Pancatengah Tandatangani Surat Rekomendasi Penggantian Agen e-Warung Desa Tonjong – https://www.jayantaranews.com/2021/05/75096/

Sementara, pihak Desa Tonjong juga dari awal tidak merekomendasikan (mirip konter tersebut-red) untuk menjadi Agen e-Warung BPNT. “Sebelumnya yang direkomendasikan kepada pihak Bank BRI itu adalah toko/warung milik H. Dudung, yang legalitasnya jelas dan kesehariannya berjualan sembako,” terangnya.

Pihak Desa Tonjong berharap, agar ada perbaikan kembali oleh Bank BRI. “Bank BRI kembali menetapkan Agen e-Warung sesuai dengan prosedur dengan merujuk pada peraturan yang seharusnya, agar tercipta ketertiban secara administrasi, dan menghindari gejolak isu praduga negatif dari masyarakat,” ringkasnya.

Hakim, Ketua Tim Investigasi LSM GMBI KSM Kecamatan Pancatengah

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Tim Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) KSM Kecamatan Pancatengah, Hakim, mengapresiasi terhadap Dinas Sosial PMDP3A Kabupaten Tasikmalaya. “Pihak Dinsos turun ke lapangan guna verifikasi Agen e-Warung, itu memang bagian dari tugasnya. Kami acungkan jempol pada pihak Dinsos karena telah respon cepat dalam menanggapi persoalan,” ujarnya.

Baca berita terkait:
– Soal Kisruh BPNT Tasikmalaya, Tokoh Masyarakat Pancatengah Akan Lakukan Audiensi – https://www.jayantaranews.com/2021/06/75223/

– Soroti BPNT Tasikmalaya, BPI KPNPA RI: Ketua TIKOR Harus Lakukan Evaluasi! – https://www.jayantaranews.com/2021/06/75599/

Hakim menegaskan, pihak Bank BRI harus cepat tanggap dan jangan lakukan pembiaran atas persoalan Agen e-Warung Desa Tonjong. “Perlihatkan integritas dan pelayanannya. Bank BRI berada dalam Himpunan Bank Milik Negara, dan mekanisme prosedurnya sudah tertuang dalam aturan. Apalagi program sembako BPNT juga program pemerintah, aturannya juga sudah jelas tertuang dalam Pedum. Maka tidak ada alasan untuk tidak mencabut Agen e-Warung yang tidak sesuai dengan aturan,” tandasnya.

“Selanjutnya, kalau aturan yang seharusnya tidak diindahkan oleh pihak Bank BRI terkait, maka kami akan lakukan aksi audiensi ke pihak Bank BRI,” pungkas Hakim. (Nana JN)

0Shares