HomeLintas BeritaTerendus Diberitakan & Dilaporkan ke APH, Oknum Terduga Pelaku di Jatisari Cilacap...

Terendus Diberitakan & Dilaporkan ke APH, Oknum Terduga Pelaku di Jatisari Cilacap Kembalikan HOK ke KPB

0Shares

Terendus Diberitakan & Dilaporkan ke APH, Oknum Terduga Pelaku di Jatisari Cilacap Kembalikan HOK ke KPB

JAYANTARANEWS.COM, Cilacap

Dikabarkan, setelah adanya pemberitaan di berbagai media online tentang Program BSPS di Jatisari Kab. Cilacap dan pelaporan atas dugaan pemotongan HOK ke aparat penegak hukum (APH), hingga akhirnya pihak terkait mengembalikan HOK dan pemberian DRPB (daftar rencana pemanfaatan bantuan) ke sebagian warga Jatisari yang merupakan keluarga penerima bantuan (KPB), Sabtu, (8/1/22).

Baca berita sebelumnya: KPM Program BSPS di Jatisari Cilacap KECEWA: HOK ada Potongan, Material Tak Sesuai Harapan
https://www.jayantaranews.com/?p=83273

Keesokan harinya, pada tanggal 9 Januari 2022 pukul 09.57 pagi, Tim JayantaraNews.com kembali mewawancarai warga RT/RW 01/07 untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. 

Mislan, salah seorang warga menceritakan, bahwa betul, kemarin ada pertemuan di rumahnya ketua kelompok. “Tapi saya nggak berangkat, karena pergi ke sawah. Biasanya kalau setiap ada kumpulan, saya suka hadir, tapi kemarin saya ke sawah, jadi nggak hadir,” ungkapnya.

Memang kami menerima HOK yang pertama sebesar Rp1 juta 250 ribu, terus yang ke-dua sebesar Rp1 juta. “Saya pun sempat menanyakan ke ketua kelompok, kalau kemarin itu kumpulan apa? Dia (ketua kelompok, red) hanya bilang; nggak ada apa-apa, pekerjaan sudah beres,” ucap Mislan menirukan apa yang disampaikan ketua kelompok.

Baca juga: Dipertanyakan Soal Potongan HOK & Material BSPS Jatisari, Ini Pernyataan Kasi Sarpras Disperkimtan Kab. Cilacap:
https://www.jayantaranews.com/?p=83424

Ketua kelompok kembali bilang, yang Rp250 ribu nggak menerima? “Saya jawab, belum menerimanya. Malah material yang belum saya terima, masih ada kekurangan, yaitu daun jendela itu tuuh,” ujarnya sembari menunjuk ke arah jendela.

Mislan katakan, “Saya sudah menanyakan 3 kali ke Pak Nur, tapi nggak ada kiriman juga, makanya saya beli sendiri daun jendelanya,” terangnya.

Menyikapi penyampaian Mislan, Tim JayantaraNews.com pun mencoba menemui Wagiman, selaku ketua kelompok. Namun disayangkan, Wagiman sedang tidak berada di rumah. 

Terpisah, Saidah, salah satu keluarga penerima bantuan (KPB) warga RT/RW 05/01 Dusun Dukuh Tengah, ketika ditemui JayantaraNews.com dan dipertanyakan, apakah belakangan ini ada kumpulan? Dia menjawab, “Oh iya, kemarin malam ada kumpulan, di rumah ketua kelompok. Katanya sih pengembalian uang yang Rp250 ribu itu ada.”

Kembali dipertanyakan, menerima apa saja ketika di kumpulan? Saidah kembali mengatakan, “Cuma menerima uang Rp250 ribu saja, nota sama DRPB juga nggak nerima. Tapi saya pun punya catatan sendiri koq,” bebernya.

“Dulu waktu pengiriman, material dulu, terus besi, paku, batu split, pasir sekali, bata sekali, pengirimannya tiga kali. Tapi untuk biaya langsir saya sendiri yang tanggung, bayar borongan Rp250 ribu untuk pasir,” kata Saidah.

Sementara di tempat lain, Siti Rohayati, warga Jatisari RT/RW 05/01 menerangkan atas adanya pertemuan di rumah ketua kelompok. “Ketua kelompok cuma memberi keterangan, bahwa acaranya sudah selesai. Yang menerima bantuan ini dan dikasih uang Rp250 ribu, karena katanya dulu kan baru dibayar Rp1 juta,” urainya.

Kembali dilontarkan pertanyaan, siapa yang memberikan uang itu? Siti menjawab, “Yang bawa uangnya ya Pak Lurah. Karena yang saya lihat, uangnya berasal dari tas yang dibawa Pak Lurah, dan yang ngebagikan uang itu ketua kelompok. Semalam Pak Lurah juga hadir saat kumpulan di rumah ketua kelompok, jam 09 malam,” tuturnya, seraya menambahkan, “Pak Lurah tidak bilang apa-apa, cuma pegawai yang keliling (kemungkinan TFL) yang mengatakan, bahwa pembagian bantuan ini sudah selesai sudah rapih, dan akkhirnya mengucapkan terima kasih.”

Lanjut Siti, “Cerita awalnya juga kumpulan, akhirnya juga ya kumpulan lagi. Tapi mengenai nota dan DRPB nya saya tidak dikasih,” ucapnya heran.

Ketika dipertanyakan, siapa yang suka keliling? Siti menjawab, “Namanya saya kurang paham, laki-laki sama perempuan, suami istri. Itu yang aslinya kerjaan istrinya, cuman karena istrinya repot jadi didampingi sama suaminya,” ucapnya.

Ketika ditanya, dari toko mana material itu disuplai, Siti mengatakan, kalau materialnya dikirim dari toko material mingguan sana ke dalam, nama tokonya TB Agus Rahayu.

Pantauan awak media di lapangan, bahwa betul adanya pengembalian HOK kepada KPB oleh pihak terkait (oknum). Namun anehnya, untuk nota pembelanjaan dan DRPB penerima KPB yang ditemui, masih ada yang belum menerimanya. Selain itu, kekurangan material pun masih ada yang belum tuntas. Padahal waktu dan pelaksanaan program tersebut sudah dianggap beres dan sudah serah terima kunci, LPJ pun sudah selesai.

Guna mengorek keterangan agar lebih akurat dan berimbang, melalui telepon seluler, JayantaraNews.com mencoba menghubungi TFL Desa Jatisari. Disayangkan, pesan WhatsApp tidak direspon, telepon pun tidak ada tanggapan. Demikian pun saat menghubungi ke nomor telepon satunya lagi, tetap tidak adanya jawaban.

Hingga berita ini ditayangkan, JayantaraNews.com masih belum mendapatkan kejelasan, baik dari pihak-pihak terkait, termasuk bagian SNVT BSPS Provinsi Jawa Tengah. (Nung/Tim)

Bersambung…!!!

0Shares
Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Must Read
Related News